Disclosure: this page contains affiliate links. If you buy through them we may earn a commission at no extra cost to you.
Docker adalah cara default untuk menjalankan aplikasi di VPS saat ini. Kabar baiknya: Docker sendiri itu ringan. Kendalanya: container yang kamu jalankan tidak ringan — dan RAM biasanya jadi pembatas di box murah.
Berapa RAM yang dibutuhkan container-mu?
| Stack | RAM realistis |
|---|---|
| 2–3 container kecil (nginx, bot, Watchtower) | 1–2 GB |
| Nextcloud / Gitea / Grafana + Prometheus | 2–3 GB |
| Beberapa aplikasi + database + monitoring | 3–4 GB |
| Microservices berat | 4 GB+ |
Pilihannya: RackNerd 2GB atau 4GB
Paket 2 GB ($35.99/tahun) atau 4 GB ($59.99/tahun) RackNerd adalah titik manis untuk Docker. KVM, root penuh, IPv4 dedicated, dan RAM cukup untuk menjalankan stack Compose sungguhan — dengan harga yang terasa seperti angka pembulatan.
Lihat paket ramah-Docker RackNerdKapan memilih Hostinger
Kalau beban kerja Dockermu lapar RAM (banyak database, Elasticsearch, build server), KVM 2 Hostinger (8 GB, $8.99/bulan intro) atau KVM 4 (16 GB) memberimu ruang lega sungguhan dan storage NVMe yang lebih cepat.
Lihat paket VPS HostingerTiga tips Docker di VPS
- Tambahkan swap — swapfile 2 GB mencegah OOM kill di box dengan RAM terbatas.
- Pakai
docker composedan simpan config-mu di Git agar mudah dibangun ulang. - Jalankan Watchtower (atau pull terjadwal) untuk menjaga image tetap terbaru — tapi pin major version untuk menghindari kerusakan mendadak.
Intinya: Docker dengan budget → RackNerd 2–4 GB. Stack haus RAM → Hostinger 8 GB+.